Minggu, 13 November 2016

Khasiat Jahe

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang sudah sangat terpercaya, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terlihat pada olahan jahe yang biasa dinikmati sebagai minuman penghangat disaat cuaca dingin. Bahkan sifat jahe yang dapat menghangatkan badan ini, telah banyak digunakan oleh produsen obat-obatan yang mengatasnamakan jahe sebagai bahan racikan di dalam obat-obatan tersebut. Sejumlah manfaat jahe kami rangkum berikut ini.

Manfaat Jahe Untuk Kesehatan

Sebagai tanaman herbal, jahe menyimpan macam-macam zat yang baik bagi tubuh. Berikut ini adalah diantaranya :
1. Menghangatkan tubuh
Sifat jahe yang hangat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh. Sejenis minuman yang sering dinikmati yaitu wedang jahe ini, memang sudah menjadi konsumsi wajib bagi penduduk daerah pegunungan. Selain itu jahe, juga memiliki anti virus dan anti toksin dengan membantu mempromosikan keringat yang dapat membantu mengobati batuk dan masuk angin.
2. Pencegahan Timbulnya Kanker
Ekstrak jahe ternyata dapat menekan pertumbuhan beberapa sel kanker, seperti mencegah penyebaran gejala kanker kulit,pankreas,kanker ginjal dan gejala kanker patu-paru.
3. Mengatasi Masalah Pernafasan
Masalah pernafasan yang paling umum diderita adalah batuk atau pilek. Jahe termasuk jenis ekspektoran alami yang berfungsi dalam melegakan sistem pernafasan, dengan yang memecah dan menghilangkan lendir (dahak) dapat dengan mudah keluar dan memulihkan sistem pernafasan seperti sedia kala.
4. Melancarkan Pencernaan
Mungkin pada awalnya kita berfikir hanya manfaat buah-buahan saja yang dapat berguna bagi masalah pencernaan. Saat ada acara-acara perayaan, mungkin kita memakan banyak makanan. Pilihlah minuman jahe yang dapat membantu kelancaran pembuangan sisa makanan. Jahe membantu penyerapan makanan dan mencegah kemungkinan sakit perut, karena sifatnya yang mengurangi peradangan.
5. Mengatasi Memar dan Rasa Nyeri
Ketika tubuh mengalami sebuah benturan benda tumpul, terkadang menyebabkan memar. Senyawa di dalam sari jahe merupakan anti inflamasi, dapat digunakan untuk meredakan nyeri secara alami akibat benturan tersebut. Manfaat jahe dengan kandungan anti inflamasi juga dapat mengurangi nyeri pada gejala penyakit rematik.

Manfaat Jahe Perawatan Kecantikan

Jahe ternyata juga mampu memberikan manfaatnya untuk kecantikan. Beberapa tipsnya, dapat kita simak dibawah ini :
6. Mengatasi Kulit Berminyak
Bahan mineral alami pada jahe dapat dipercaya ampuh mengurangi kulit yang cenderung berminyak. Berikut ini cara-caranya :
  • Campur bahan-bahan yaitu jahe parut, garam laut, bubuk kayu manis dan pala bubuk
  • Haluskan dengan ditambah air, hingga wujudnya seperti pasta
  • Kemudian oleskan pada titik-titik wajah yang banyak menghasilkan minyak
  • Lalu diamkan selama 10 menit
  • Bilas kulit dengan air dingin
7. Menghilangkan ketombe
Sari jahe dapat digunakan sebagai bahan pencuci rambut yang dengan alami membantu mengurangi ketombe, seperti yang ditemui manfaat jeruk nipis. Ekstrak jahe ini juga dapat mencegah timbulnya masalah kerontokan pada rambut.
 
 Efek Samping Jahe
  • Bagi Ibu bu hamil – Konsumsi jahe pada saat kehamilan masih kontroversial, karena ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat mempengaruhi hormon seks janin. Terdapat laporan keguguran janin saat berumur 12 minggu, pada wanita yang mengkonsumsi jahe untuk mengatasi morning sickness. Sejumlah penelitian pada wanita hamil memberikan hasil, bahwa jahe dapat digunakan secara aman untuk morning sickness tanpa membahayakan bayi. Risiko utama pada bayi yang menggunakan jahe saat hamil, tampaknya masih di ambang batas wajar yaitu sekitar 1% hingga 3%. Kemudian juga terlihat, tidak ada pemicu terhadap peningkatan risiko persalinan dini atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Ibu Menyusui – Tidak cukup diketahui tentang keamanan mengkonsumsi jahe selama menyusui. Jadi untuk tindakan yang paling aman adalah dengan tidak mengkonsumsinya.
  • Resiko Pendarahan – Efek samping jahe dapat meningkatkan risiko pendarahan
  • penyakit Diabetes – Jahe dapat menurunkan gula darah, sehingga perlu disesuaikan dengan obat diabetes yang diberikan oleh tenaga medis.
  • Kelainan Kondisi jantung – Hati-hati saat menggunakan jahe pada dosis tinggi yang tinggi, karena jahe dapat memperburuk kondisi jantung tertentu.
Meskipun jahe termasuk jenis bahan pengobatan alami, tetap saja terselip kekhawatiran mengenai kebenaran manfaat jahe untuk kesehatan. Maka dari itu sebelum mengkonsumsi obatan dari jahe bicarakan penggunaan jahe ini pada dokter anda

Khasiat Lidah Buaya

Khasiat tanaman lidah buaya telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Secara historis, tanaman yang dikenal juga dengan nama aloe vera ini dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan efektif sebagai obat pencahar.
Seiring perkembangan zaman, lidah buaya makin dipercaya sebagai obat tradisional yang bisa menangani sejumlah kondisi.
khasiat lidah buaya yang sebenarnya - alodokter
Bagian-bagian lidah buaya yang bisa dimanfaatkan yaitu gel dan lateks. Gel diperoleh dari sel-sel yang berada di bagian tengah kulit lidah buaya, sementara lateks diperoleh dari sel-sel yang tepat berada di bawah lapisan kulit lidah buaya.
Sebagai obat, gel lidah buaya yang berwarna bening seperti jeli ini sering digunakan sebagai salep, losion, krim, dan sebagainya. Lateks sendiri bisa diolah untuk membuat zat-zat kering, seperti suplemen. Tapi ada pula obat yang memakai keduanya. Berbagai produk olahan ekstrak lidah buaya sudah teregistrasi di BPOM RI.
Selain diproduksi menjadi obat-obatan, lidah buaya juga kerap dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk alami. Para wanita biasa menjadikan lidah buaya sebagai teman baiknya dalam perawatan rambut dan kulit. Mereka percaya, lidah buaya bisa membuat rambut lebih indah dan kulit menjadi lebih halus.
Lalu bagaimana kenyataan dari khasiat lidah buaya?

Khasiat Lidah Buaya Jika Diteliti Secara Ilmiah

Masyarakat menggunakan lidah buaya untuk mengatasi berbagai kondisi. Namun secara ilmiah, khasiatnya baru bisa mengobati empat kondisi di bawah ini, itu pun dengan statusnya yang masih mungkin.
  • Gatal dan ruam pada mulut dan kulit. Menurut penelitian, berkumur menggunakan obat kumur yang mengandung lidah buaya selama tiga kali sehari selama 3 bulan, bisa membantu mengurangi rasa gatal dan ruam pada mulut. Hal yang sama berlaku jika mengaplikasikan gel mengandung lidah buaya sebanyak dua kali sehari selama 2 bulan pada kulit.
  • Konstipasi. Lateks lidah buaya mengandung bahan kimia yang efektif sebagai obat pencahar. Namun penggunaannya juga bisa menyebabkan efek samping diare.
  • Cold sore atau luka pada bibir akibat virus herpes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan krim dengan ekstrak lidah buaya 0,5 persen selama tiga kali sehari, bisa mempercepat proses penyembuhan luka akibat virus herpes simpleks.
  • Psoriasis. Penggunaan krim dengan kandungan lidah buaya sekitar 0,5 persen selama 1-2 bulan bisa meredakan psoriasis. Tapi hasil tersebut tidak terlihat  jika hanya memakai gel lidah buaya.

Efek Samping Lidah Buaya

Penggunaan gel lidah buaya pada kulit sepertinya aman. Meski demikian, sesekali gel lidah buaya juga bisa membuat kulit menjadi terbakar dan gatal-gatal.Tidak seperti gel, mengonsumsi lateks lidah buaya dengan dosis tinggi berpotensi menyebabkan sakit perut dan kram. Tidak hanya itu, mengonsumsi lateks lidah buaya dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan diare, penurunan berat badan, masalah ginjal, kelemahan otot, darah dalam urin, dan gangguan jantung.
Selalu baca terlebih dahulu informasi yang tertera pada kemasan produk lidah buaya sebelum mulai menggunakannya. Ikuti aturan pemakaian dan hubungi dokter jika Anda ragu.

Tidak Semua Orang Bisa Mengonsumsi Lidah Buaya

Produk lidah buaya sebaiknya jangan asal dikonsumsi. Bacalah informasi pada kemasan untuk memeriksa apakah cocok untuk kondisi Anda. Ada sebagian orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi lidah buaya karena faktor keamanan.
  • Anak-anak. Khususnya yang berusia di bawah 12 tahun mungkin bisa mengalami sakit perut, kram, atau diare usai mengonsumsi produk lidah buaya. Maka sebaiknya hindari penggunaannya pada anak-anak usia tersebut kecuali di bawah pengawasan dan anjuran dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui. Ada laporan yang mengaitkan lidah buaya dengan keguguran dan risiko melahirkan bayi berkondisi cacat. Demi keselamatan, lebih baik untuk menghindari hal ini.
  • Ingin operasi. Lidah buaya dapat memengaruhi kadar gula darah dan dapat mengganggu kadar gula darah selama dan setelah operasi. Jadi hentikan mengonsumsi lidah buaya, setidaknya dua minggu sebelum operasi.
  • Penderita wasir. Anda bisa memperburuk kondisi diri sendiri jika mengonsumsi lidah buaya, khususnya lateks, saat menderita wasir.
  • Penyakit ginjal. Mengonsumsi lateks lidah buaya berlebihan juga dikaitkan dengan gagal ginjal. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ginjal Anda bertambah parah, hindari mengonsumsi zat tersebut.
  • Memiliki masalah usus. Lateks lidah buaya berpotensi mengiritasi usus.
Berhati-hatilah sebelum mengaplikasikan atau mengonsumsi bahan-bahan alami, termasuk lidah buaya. Bahan-bahan alami memang aman, namun tidak semuanya demikian terutama setelah diproses. Ada sebagian kalangan yang dilarang untuk mengonsumsinya. Maka cari tahu informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengaplikasikan atau mengonsumsi sesuatu, atau bertanya langsung ke dokter.  Dan utamakan untuk selalu menggunakan produk yang telah terdaftar di BPOM RI.